Selamat Datang

Tempat berbagi ilmu seputar Pembelajaran IPA dan Teknologi.

Pembelajaran di Alam

IPA mengajak kita untuk mengenal dan belajar tentang alam sekitar .

Pembelajaran Digital

Belajar IPA dapat dilakukan secara digital untuk kegiatan simulasi ataupun evaluasi.

Pembelajaran Laboratorium

Belajar IPA dapat dilakukan di Laboratorium untuk melakukan percobaan-percobaan sederhana.

selamat datang


Selamat Datang di nararizaki.blogspot.com

Selasa, 24 Oktober 2023

Rangkaian Perjalanan Pembatik Level 4 : Sahabat Teknologi Jawa Tengah 2023

"Mengukir Kisah Inspiratif Melalui Pembatik 2023, Membuka Pintu Menuju Pendidikan Inovatif Berbasis TIK"



    Pembatik 2023 adalah sebuah perjalanan pendidikan yang benar-benar bermakna bagi saya. Program ini telah membawa saya melewati berbagai tahapan, modul, dan tugas yang menantang, membantu saya membuka pintu menuju pengetahuan yang lebih tinggi dan memperluas pandangan saya tentang pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Selain itu, melalui perjalanan ini, saya telah berkesempatan untuk berinteraksi dengan berbagai orang hebat di dunia pendidikan, yang telah memberi saya motivasi yang kuat untuk terus belajar dan menjadi pendidik yang inovatif dan kreatif.

Mengawali Perjalanan Pembatik

    Perjalanan saya dalam Pembatik dimulai dari Level 1, di mana saya diperkenalkan kepada konsep-konsep dasar dalam pendidikan berbasis TIK. Dalam modul ini, saya belajar tentang manfaat teknologi dalam pembelajaran, metode pengajaran yang efektif, dan cara mengintegrasikan alat-alat digital ke dalam lingkungan pembelajaran. Ini adalah fondasi yang kokoh untuk memahami peran penting TIK dalam dunia pendidikan.

Menerobos Batasan: Level 2 dan Level 3

    Dalam Level 2 dan Level 3, saya terlibat dalam modul-modul yang lebih mendalam. Saya memahami bagaimana menggunakan alat-alat TIK seperti platform pembelajaran online, aplikasi pembelajaran, dan media sosial untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan menarik. Selama periode ini, saya juga belajar tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pendidik dalam mengintegrasikan TIK ke dalam kurikulum.

Mendekati Puncak: Level 4

    Sampai akhirnya, saya mencapai Level 4, yang merupakan tahap akhir dari Pembatik. Di sini, saya diajak untuk menerapkan semua pengetahuan dan keterampilan yang telah saya pelajari sepanjang perjalanan ini dalam sebuah tugas akhir.

Detail cerita saya dapat dilihat pada daftar tautan di bawah ini;

1. Pembatik Level 1 : Literasi

2. Pembatik level 2  : Implementasi

3. Pembatik level 3  : Kreasi

4.  tahapan kegiatan level 4 (Berbagi dan Berkolaborasi ) yang sudah saya laksanakan saya rangkum pada daftar berikut ini : 

(Klik teks judul untuk melihat detail)

Pengumuman Kelulusan Pembatik Level 3 : Kreasi

Bergabung di Grup Sahabat Teknologi Jawa Tengah

Menyusun RTL (Rencana Tindak Lanjut)

Melaksanakan Kuliah Umum Pembatik Level 4

Melaksanakan Sesi Sinkronus (Presentasi RTL) Sahabat Teknologi Jateng

Menyusun Perangkat Ajar dan Media Android X-Sinuli 

Melaksanakan Praktik Baik Inovasi Pembelajaran menggunakan Platform Teknologi

Aksi 1: Koordinasi dengan Kepala SMPN 5 Satu Atap Bumijawa dan SD Sigedong 03

Aksi 2: Koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal

Aksi 3: Koordinasi dengan Kepala SMPN 1 Pagerbarang

Berbagi 1 : Webinar AKRAB (Aksi Rabu Berbagi) 

Berbagi 2 : Diseminasi di Satuan Pendidikan (SMPN 5 dan SD Sigedong 03, Bumijawa) Narasumber Workshop

Berbagi 3 : Diseminasi di SMPN 1 Pagerbarang (Narasumber In House Training)

Menyusun Vlog Tugas Akhir Pembatik 


    Terima kasih, Pembatik, atas segala pengetahuan dan inspirasi yang telah kau berikan. Semua langkah dan upaya yang telah kita tempuh selama perjalanan ini tidaklah sia-sia. Dengan semangat dan dedikasi, kita akan melanjutkan perjalanan menuju final, terus berkarya, berbagi ilmu, dan berkolaborasi untuk menciptakan pendidikan yang lebih inovatif dan kreatif. Semangat kita adalah kunci keberhasilan, dan bersama-sama, kita dapat mencapai banyak hal yang luar biasa.


Vlog Pembatik : Pengalaman Praktik Baik dalam Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan dengan Berkarya dan Berbagi untuk Wujudkan Merdeka Belajar

 


Assalamualaikum wr.wb,

        Perkenalkan, saya Ibnu Rizaki, sahabat teknologi dari Jawa Tengah tahun 2023. Saat ini, saya menjabat sebagai guru IPA di SMP Negeri 5 Satu Atap Bumijawa, Kabupaten Tegal. Sekolah kami terletak pada ketinggian 1800 mdpl di lereng Gunung Slamet, dengan segala keunikan budaya dan karakter siswa. Kendala akses internet yang sulit dan minimnya sumber belajar siswa menjadi tantangan terbesar. Namun, semangat kami dalam berinovasi, berbagi, dan berkolaborasi sebagai pembelajar tetap terjaga.

       Proses pembelajaran menjadi fokus utama saya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Berbagai inovasi telah saya terapkan selama proses mengajar, mulai dari pembelajaran laboratorium, eksplorasi alam, hingga simulasi digital, serta kolaborasi dengan siswa yang menghasilkan karya-karya kreatif.

        Namun, hasil rapor pendidikan tahun 2023 menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi titik lemah kami. Dalam vlog kali ini, saya akan mempersembahkan sebuah inovasi pembelajaran, yaitu Model Problem-Based Learning (PBL), menggunakan media Aplikasi X-Sinuli untuk mengatasi tantangan literasi numerasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berfokus pada siswa.

        Aplikasi interaktif X-Sinuli ini dirancang untuk memperkuat literasi dan numerasi. Aplikasi dapat diunduh dan digunakan secara offline di gawai siswa. Pemilihan Model PBL bertujuan untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan peristiwa sehari-hari siswa, yang juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi. Beberapa fitur utama aplikasi ini meliputi video pemantik, rangkuman materi dengan ilustrasi gambar, kuis interaktif, latihan soal numerasi dan literasi, serta tes evaluasi.

        PBL berpusat pada siswa, dimulai dari orientasi masalah dengan pertanyaan pemantik yang relevan dengan sistem ekskresi. Siswa bekerja dalam kelompok untuk melakukan penyelidikan dengan bantuan aplikasi X-Sinuli di gawai masing-masing. Selama proses penyelidikan, saya memberikan bimbingan dan pendampingan. Setelahnya, siswa menyajikan hasil pemecahan masalah dan memberikan tanggapan. Saya pun melakukan analisis dan evaluasi terhadap proses pemecahan masalah tersebut.

       Sesi kedua melibatkan siswa dalam latihan soal numerasi dan literasi tentang sistem ekskresi, yang juga tersedia di aplikasi X-Sinuli. Sebelum menutup pembelajaran, kami melaksanakan asesmen formatif menggunakan Quizizz dalam mode kertas sebagai kompetisi. Kegiatan penutup disertai refleksi dan kesimpulan.

       Topik permasalahan yang disajikan mendorong siswa untuk aktif dan kritis dalam mencari solusi. Akses mudah ke X-Sinuli memudahkan siswa untuk mendapatkan sumber belajar, serta membiasakan mereka dengan literasi dan numerasi. Diharapkan bahwa setelah mempelajari sistem ekskresi, siswa kami dapat mencapai tujuan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi.

    Selanjutnya, kami akan berbagi dan berkolaborasi dalam upaya mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memanfaatkan platform teknologi. Saya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, dan rekan sahabat teknologi dari Jawa Tengah 2023. Kegiatan berbagi secara daring dilaksanakan melalui webinar, sedangkan aksi luring dilakukan di SMPN 5 Satu Atap Bumijawa dan SD Sigedong 03 melalui kegiatan workshop, serta saat saya mengisi In House Training di SMPN 1 Pagerbarang.

    Terima kasih atas perhatian dan partisipasinya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mari kita bersama-sama berbagi praktik baik dalam pembelajaran yang berfokus pada siswa serta memanfaatkan teknologi secara optimal.

Wassalamualaikum wr.wb.





BERBAGI 3 : Pengalaman dalam Kegiatan In House Training Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Teknologi

      


 Koordinasi dengan Kepala SMP Negeri 1 Pagerbarang telah membuahkan hasil positif, dan pada hari Rabu, 25 Oktober 2023, saya merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan emas untuk berbagi praktik baik dalam kegiatan In House Training. Awalnya, saya hanya berencana untuk mengisi waktu sekitar 30 hingga 40 menit untuk menyampaikan materi diseminasi. Namun, saya diberi kepercayaan lebih dengan waktu tiga jam pelajaran. Total peserta yang hadir sebanyak 45 Guru. Satu jam pertama saya pakai untuk diseminasi praktik baik yang sudah saya lakukan, kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab.

        Kelebihan waktu ini ternyata menjadi berkah, karena saya dapat lebih mendalam dalam menyajikan materi, termasuk topik tentang media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan Assemblr Edu. Selain itu, saya juga memberikan wawasan terkini tentang pemanfaatan ChatGPT sebagai alat bantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Memulai acara pukul 11.00 hingga 12.00 untuk materi diseminasi, saya sangat bersyukur mendapatkan respons positif dari hadirin, dengan banyak guru yang hadir. Ini menjadikan diseminasi berjalan dengan sangat lancar.

        Setelah istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Assemblr Edu dan ChatGPT. Pengalaman ini sangat seru dan penuh makna bagi saya, terutama sebagai alumni SMP Negeri 1 Pagerbarang. Saya diberi kesempatan luar biasa untuk berbagi pengetahuan dan belajar bersama para guru yang dulu pernah mengajar saya. Inilah saat-saat di mana kolaborasi antara alumni dan guru menciptakan peluang nyata untuk mengangkat kualitas pembelajaran dan memperkenalkan teknologi terbaru ke dalam kelas-kelas kami.

Minggu, 22 Oktober 2023

Adu Ketangkasan Bermain Rubik

     Saya suka bermaian game dan membeli maianan dan mencoba selalu mencari cara untuk menginspirasi dan melibatkan siswa-siswa saya dalam pembelajaran. Salah satu hal yang saya gemari adalah permainan Rubik. Suatu hari, saya membawa Rubik ke sekolah, dan seperti sihir, beberapa siswa tertarik dan ingin belajar. Namun, ada satu siswa yang cukup istimewa, Faizal Ibnu. Dia menunjukkan minat luar biasa dan dengan cepat memahami trik-trik di balik Rubik ini. Saya bahkan membelikannya Rubik sendiri, dan seminggu kemudian, dia sudah siap menantang saya dalam lomba menyelesaikan Rubik!

        Pertandingan ini sangat menyenangkan, meskipun saya harus mengakui bahwa Faizal Ibnu ternyata lebih cepat dan tangkas dalam menyelesaikan Rubik daripada saya. Tapi yang terpenting, saya merasa sangat senang bisa berbagi ilmu logika dan keterampilan pemecahan masalah dengan siswa-siswa saya melalui permainan Rubik. Ini adalah contoh bagaimana mainan sederhana dapat menjadi sarana penghubung yang luar biasa antara guru dan siswa. Saya ingin mengajak semua guru untuk mencoba pendekatan serupa, karena ada begitu banyak hal yang bisa kita pelajari dari siswa kita melalui hal-hal yang mereka cintai. Teruslah bermain dan terus belajar bersama.

tautan video pertandingan rubik saya dengan Faizal Ibnu



Praktikum Uji Kandungan Vitamin C pada Makanan

    


     Hari ini, saya ingin berbicara tentang praktikum yang akan menjadi salah satu penilaian akhir jenjang SMP kami. Praktikum ini akan membantu siswa kami untuk memahami lebih dalam mengenai vitamin C dan menguji kandungannya dalam berbagai makanan, seperti cabai, jeruk, dan suplemen seperti UC 1000. Langkah-langkahnya cukup sederhana, namun penting dalam memahami kandungan nutrisi dalam makanan.

    Ketika kami memulai praktikum ini, langkah pertama adalah menghasilkan bahan makanan yang akan diuji. Kemudian, kami mengambil ekstrak dari makanan tersebut, yang akan mengandung vitamin C. Lalu, saat tiba pada tahap uji, kita menggunakan larutan iodin untuk mengidentifikasi keberadaan vitamin C dalam ekstrak makanan. Tapi, mengapa kita menggunakan iodin untuk menguji vitamin C?

    Jadi, mari kita bahas sedikit lebih dalam mengenai hal ini. Iodin digunakan dalam praktikum ini karena ia dapat berinteraksi dengan vitamin C. Saat larutan iodin ditambahkan ke ekstrak makanan yang mengandung vitamin C, terjadi reaksi yang menghasilkan warna biru atau biru-hitam. Warna ini muncul karena vitamin C mengurangi iodin dari bentuk molekul menjadi ion iodida, yang mengubah warna larutan. Semakin kuat kandungan vitamin C dalam makanan, semakin intens warna biru yang akan muncul. Oleh karena itu, dengan memantau perubahan warna, siswa kami dapat mengestimasi kandungan vitamin C dalam makanan yang mereka uji.

    Jadi, praktikum ini bukan hanya tentang menguji, tetapi juga tentang memahami reaksi kimia yang terjadi dalam proses ini. Ini adalah pelajaran penting tentang pentingnya vitamin C dalam makanan kita dan bagaimana kita dapat mengukur kandungannya dengan metode sederhana namun efektif. Saya sangat berharap bahwa praktikum ini akan memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada siswa kami tentang betapa pentingnya makanan sehat dalam menjaga kesehatan kita. Semoga praktikum ini akan menjadi pengalaman belajar yang berharga dan bermanfaat untuk semua siswa kami!

cuplikan videonya dapat disaksikan pada akun instagram saya @nara-rizaki atau cek video di bawah ini


Membuat E-Modul, Menuju Pembelajaran Digital

     


    Saya adalah seorang pendidik yang baru-baru ini mengikuti pelatihan dari SEAMOLEC untuk menciptakan modul ajar digital yang inovatif. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi adalah hal yang sangat penting dalam pendidikan modern, dan inilah yang menginspirasi saya untuk mencoba sendiri. Dengan senjata andal bernama Canva, saya mulai menciptakan modul ajar digital yang memukau.

    Proses pembuatan modul ini dimulai dengan mengidentifikasi capaian pembelajaran yang ingin saya sampaikan kepada siswa. Setelah itu, saya merangkum materi dengan jelas dan padat agar mudah dipahami. Salah satu keunggulan modul ajar digital ini adalah kemampuan untuk menyematkan video materi tentang sistem ekskresi. Hal ini menjadikan pengalaman belajar lebih visual dan memikat, memungkinkan siswa untuk lebih mendalam dalam pemahaman konsep yang diajarkan.

    Tidak hanya itu, modul ini juga dilengkapi dengan latihan soal menggunakan Quizizz, yang menambah dimensi interaktif dalam pembelajaran. Siswa dapat mengukur pemahaman mereka secara langsung dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar. Dan yang paling menarik, saya menambahkan fitur barcode pada modul, memungkinkan siswa untuk mengaksesnya dengan mudah melalui pemindaian. Inilah solusi modern untuk belajar di mana saja, yang memberikan fleksibilitas dan kemudahan kepada siswa dalam mengejar ilmu pengetahuan.


berikut tautan modul ajar yang saya buat klik disini

Mendesain Pembelajaran Interaktif : ChatGPT dan Simulasi Phet


    Saya seorang guru IPA yang selalu bersemangat untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif bagi siswa-siswa saya. Baru-baru ini, saya memiliki tugas seru yaitu mendesain pembelajaran tentang energi potensial, kinetik, dan mekanik. Dan tahu apa? Saya ingin berbagi pengalaman seru ini dengan kalian.

    Saya mulai dengan mencari ide-ide segar dari ChatGPT, dan begitu banyak ide yang muncul. Tapi akhirnya, saya memutuskan untuk menggunakan simulasi dari PhET Interactive Simulations. Saya mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran, dan hasilnya luar biasa! Siswa-siswa saya terlibat sepenuh hati dalam percobaan digital ini, dan antusiasme mereka sungguh memotivasi.

    Untuk membuat pembelajaran ini lebih komprehensif, saya juga membuat modul ajar dan lembar kerja yang sesuai. Kami melalui materi ini bersama-sama, dan saya bisa melihat perkembangan pemahaman mereka. Percobaan ini benar-benar membuat energi potensial, kinetik, dan mekanik terasa hidup, dan itulah yang membuat pembelajaran menjadi sesuatu yang menyenangkan. Saya tak sabar untuk terus menciptakan pengalaman belajar yang berkesan untuk para siswa saya.

cuplikan penemuan ide kreatif dan pelaksanaan pembelajaran sapat dilihat pada akun instagram saya @nara_rizaki atau tonton video di bawah ini