Pembelajaran berdiferensiasi merupakan
salah satu implementasi yang relevan dengan konsep Kurikulum Merdeka. Kurikulum
Merdeka bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam mengatur dan
mengembangkan proses pembelajaran mereka sesuai dengan kebutuhan, minat, dan
potensi individu. Dalam konteks ini, pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan
siswa untuk peran aktif dalam menentukan jalannya pembelajaran.
Guru IPA di SMP Negeri 5 Satu Atap
Bumijawa, Ibnu Rizaki S.Pd, telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada
siswa kelas 7 materi klasifikasi makhluk hidup semester genap tahun ajaran
2022/2023. Pada proses pembelajaran tersebut menerapkan tiga diferensiasi yaitu
konten, proses, dan produk.
Berikut alur
pembelajaran diferensiasi yang telah diterapkan :
1. Pemetaan
Kebutuhan Belajar Siswa
Sekolah melakukan
asesmen diagnostik awal kepada seluruh siswa menggunakan situs www.personalitymax.com. Hasil dari
asesmen diagnostik digunakan untuk memetakan minat dan gaya belajar siswa. Kemudian
dilakukan asesmen materi IPA untuk menentukan tingkat kesiapan dan penguasaan
materi.
2. Mempersiapkan
Perangkat Pembelajaran
Guru menyusun
rancangan pembelajaran meliputi perangkat, model, media, maupun asesmen.
Rancangan pembelajaran disusun berdasarkan analisa hasil asesemen diagnotik.
3. Pelaksanaan
Pembelajaran IPA
a. Diferensiasi
Konten: siswa terbagi menjadi tiga kelompok. Guru menawarkan konten yang ingin
dipelajari masing-masing kelompok. Kemudian terbentuk kelompok
Protista/monera/fungi, Plantae, dan Animalia. Setiap kelompok dipimpin oleh
satu siswa yang memiliki kemampuan paling baik pada materi tersebut sebagai
tutor sebaya.
b. Diferensiasi
Proses: Pada tahap ini siswa melakukan proses belajar klasifikasi makhluk hidup
sesuai dengan minat dan gaya belajarnya. Kelompok monera protista melakukan
pengamatan menggunakan mikroskop. Kelompok plantae melakukan pengamatan
tumbuhan di sekitar kelas. Sedangkan kelompok animalia menonton video tentang
hewan di darat maupun laut.
c. Diferensiasi
Produk: siswa menentukan sendiri produk yang akan dipresentasikan dari hasil
belajar yang telah dilakukan. Guru membuat rubrik penilaian berdasarkan jenis
produk siswa.
d. Konfirmasi dan Asesmen: pada pertemuan berikutnya, siswa mempresentasikan hasil belajar dan guru melakukan konfirmasi. Guru memberikan umpan balik positif, motivasi, serta memfasilitasi siswa dalam memperoleh pengalaman bermakna untuk mencapai kompetensi.
Dengan menerapkan
diferensiasi konten, proses, dan produk, guru dapat memberikan pengalaman
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Hal ini mendorong
keterlibatan siswa, meningkatkan pemahaman mereka, dan memfasilitasi
perkembangan keterampilan yang beragam dalam kelas.
Video lengkap proses pembelajaran dapat disaksikan pada link di bawah ini.







0 komentar:
Posting Komentar